The Role of Popular Culture and the Intensity of Online Interaction on Language Variation of Urban Indonesian Adolescents
Main Article Content
Abstract
The expansion of digital technology and the widespread influence of global popular culture have significantly shaped the communication patterns of urban Indonesian adolescents, leading to the emergence of new linguistic variations in everyday interaction. This study aims to analyze the role of popular culture and the intensity of online interaction in shaping language variation among urban youth in digital spaces. A mixed-method approach was employed, combining social media usage surveys, digital content observation, and limited interviews with adolescents in urban environments. The findings indicate that popular culture particularly music, fashion trends, and global online content encourages the adoption of foreign vocabulary, code-switching, and symbolic digital expressions. Meanwhile, high levels of online interaction accelerate the diffusion of linguistic innovations, strengthen group identity, and establish new communication norms among adolescents. These results demonstrate that urban youth language variation is not merely a linguistic phenomenon but also a social practice closely related to identity construction, lifestyle, and participation in digital culture.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
[1] M. A. Bangun, M. F. A. Nasution, N. R. Sinaga, S. F. D. Sastra, and W. Khairani, “Analisis pengaruh media sosial terhadap perkembangan bahasa Indonesia di era globalisasi,” Jurnal Bahasa Daerah Indonesia, vol. 1, no. 3, pp. 1-9, 2024, doi: 10.47134/jbdi.v1i3.2646.
[2] F. N. Fawaid, H. N. Hieu, R. Wulandari, and D. Iswatiningsih, “Penggunaan bahasa gaul pada remaja milenial di media sosial,” Jurnal Literasi, vol. 5, no. 1, pp. 64-76, 2021, doi: 10.25157/literasi.v5i1.4969.
[3] I. G. B. W. B. Temaja, and I. P. Y. Purandina, “Perbedaan penggunaan bahasa antara laki-laki dan perempuan dalam berkomunikasi di Facebook,” Samvada: Jurnal Riset Komunikasi, Media, dan Public Relation, vol. 1, no. 1, pp. 48-59, 2022, doi: 10.53977/jsv.v1i1.562.
[4] N. Fatimah, R. Ramly, and S. Fitri, “Penggunaan bahasa gaul di media sosial Tiktok dan dampaknya pada komunikasi antargenerasi,” Panthera: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan, vol. 5, no. 4, pp. 1533-1540, 2025, doi: 10.36312/panthera.v5i4.795.
[5] H. Gunawan, and D. Susanti, “Penggunaan bahasa gaul pada media sosial Instagram di kalangan remaja,” JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, vol. 8, no. 1, pp. 70-75, 2023, doi: 10.24815/jimps.v8i1.23613.
[6] D. D. R. Hutauruk, E. T. Banjarnahor, W. A. Siahaan, and M. Surip, “Dinamika bahasa remaja di media sosial: Studi kasus TikTok dan Instagram,” CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, vol. 1, no. 3, pp. 457-467, 2025, doi: 10.62710/3cz38v45.
[7] A. C. Dewi, “Bahasa dalam media sosial: Kajian linguistik digital terhadap gaya bahasa generasi milenial dan gen Z,” Jurnal Kajian Pendidikan dan Cakrawala Pembelajaran, vol. 1, no. 1, pp. 57-67, 2025, doi: 10.64690/jakap.v1i1.7.
[8] F. Makrifah, L. M. N. Hidayati, K. Fadhilah, and I. Ismanto, “Pengaruh sosial media terhadap perkembangan bahasa remaja di Ponorogo,” DIALEKTIKA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, vol. 1, no. 2, pp. 105-115, 2024, doi: 10.21154/dialektika.v1i2.10255.
[9] W. R. Nababan, N. Rahmadani, W. O. V. Tamba, and T. K. Hidayat Nst, “Tantangan bahasa di era digital terhadap kesalahan berbahasa dalam komunikasi media sosial,” Jurnal Bahasa Daerah Indonesia, vol. 1, no. 3, pp. 1-9, 2024, doi: 10.47134/jbdi.v1i3.2602.
[10] D. Iswatiningsih, F. Fauzan, and F. Pangesti, “Ekspresi remaja milenial melalui penggunaan bahasa gaul di media sosial,” KEMBARA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra dan Pengajarannya, vol. 7, no. 2, pp. 476-489, 2021, doi: 10.22219/kembara.v7i2.18301.
[11] H. Nabila, D. Iswatiningsih, and A. B. Wuriyanto, “Bahasa slang dalam komunikasi grup WhatsApp remaja di kota Lumajang,” Riksa Bahasa, vol. 6, no. 2, pp. 155-162, 2021, doi: 10.17509/rb.v7i2.40451.
[12] S. Junadi, and R. K. Laili, “Fenomena bahasa gaul sebagai kreativitas linguistik dalam media sosial Instagram pada era milenial,” Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, vol. 1, no. 1, pp. 68-89, 2021, doi: 10.30739/peneroka.v1i01.741.
[13] N. P. Parmini, I. W. Mawa, I. M. Suparta, and I. G. B. W. B. Temaja, “Indonesian language development in the digital age: Challenges and innovations,” International Journal of Teaching and Learning, vol. 3, no. 5, pp. 699-708, 2025.
[14] A. I. Ramadhanti, F. Amilia, and H. Suaedi, “Variasi bahasa dalam bahasa gaul di media sosial,” An-Nas: Jurnal Humaniora, vol. 8, no. 2, pp. 163-180, 2024, doi: 10.32665/annas.v8i2.2945.
[15] N. Fadillah, A. M. N. S. Arsyi, I. Arifin, and M. R. S. Ahmad, “Pengaruh globalisasi media dan penyerapan budaya Korea di kalangan remaja kota Makassar,” COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, vol. 3, no. 1, pp. 195-203, 2023, doi: 10.59141/comserva.v3i1.764.
[16] T. Kristianti, “Penggunaan istilah asing dalam bahasa gaul kaum milenial di media komunikasi virtual,” Jurnal Likhitaprajna, vol. 23, no. 2, pp. 129-137, 2021, doi: 10.37303/likhitaprajna.v23i2.200.
[17] V. W. Andriani, and E. I. E. Putri, “Representasi budaya populer pada fenomena “Citayam Fashion Week” di Indonesia,” INCARE: International Journal of Educational Resources, vol. 3, no. 5, pp. 518-525, 2023, doi: 10.59689/incare.v3i5.641.
[18] S. D. P. S. Prasetya, D. Anshori, and M. Fasya, “Penggunaan akronim dalam variasi bahasa gaul sebagai wujud kreativitas remaja di dunia maya (kajian sosiolinguistik). Jurnal Bahtera Sastra Indonesia, vol. 3, no. 2, pp. 67-90, 2021.
[19] R. W. A. Rozak, S. P. Hafidza, A. P. Rahayu, D. M. Fariza, Z. A. Fajrin, and K. R. Ramadhani, “Analisis media sosial sebagai sumber referensi bahasa gaul dalam kehidupan sehari-hari oleh mahasiswa,” Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, vol. 3, no. 2, pp. 78-85, 2023, doi: 10.17509/artikulasi.v3i2.68508.
[20] M. E. B. Sembiring, S. Hutabarat, D. A. C. Sinaga, and E. P. S. Wulan, “Variasi bahasa dalam komunikasi digital: Studi sosiolinguistik pada platform media sosial,” Jurnal Ilmu Pengetahuan Naratif, vol. 6, no. 1, pp. 85-95, 2025.
[21] H. Hilmiyatun, and L. Zahara, “Fenomena alih kode dan campur kode pada komunikasi remaja di media sosial,” BAHTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, vol. 5, no. 1, pp. 17-23, 2024, doi: 10.56842/bahtra.v5i01.704.
[22] E. N. Maziyah, H. W. Asrini, and J. Widodo, “Code-switching sebagai representasi identitas remaja di media sosial: Tinjauan psikolinguistik sosial,” Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies, vol. 8, no. 2, pp. 59-68, 2025, doi: 10.30872/adjektiva.v8i2.5474.
[23] S. A. Nuraeni, and R. Alfarizi, “Peran ragam bahasa remaja dalam pembetukan pola komunikasi di sekolah,” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, vol. 4, no. 1, pp. 1705-1710, 2026, doi: 10.61104/alz.v4i1.3372.
[24] S. Nurhaiza, E. Fadillah, R. Mansurin, S. Salsabila, R. A. Qalbi, and K. Kasih, “Penggunaan ragam bahasa Indonesia dalam komunikasi mahasiswa di era digital,” JORAPI: Journal of Research and Publication Innovation, vol. 3, no. 4, pp. 248-251, 2025.
[25] A. Munandar, B. M. Fadli, and M. Yani, “Penggunaan bahasa Indonesia pada generasi milenial di media sosial: Sebuah kajian sosiolinguistik,” BAHTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, vol. 6, no. 1, pp. 21-28, 2025, doi: 10.56842/bahtra.v6i1.629.
[26] R. Y. Novita, and C. T. Rosidah, “Analisis penggunaan bahasa gaul dalam media sosial terhadap pemahaman bahasa Indonesia siswa sekolah dasar,” Estetik: Jurnal Bahasa Indonesia, vol. 8, no. 1, pp. 69-85, 2025, doi: 10.29240/estetik.v8i1.12717.
[27] A. Q. A’yun, S. Edy, and D. Suparto, “Pengaruh intensitas penggunaan media sosial instagram terhadap kreativitas mahasiswa FISIP Universitas Pancasakti Tegal,” TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, vol. 1, no. 1, pp. 38-52, 2023, doi: 10.47861/tuturan.v2i2.974.